Kimmich Tak Akan Dijual Bayern

Bayern Munich memprediksi Joshua Kimmich menjadi pengganti dari Philipp Lahm. Oleh sebab itu, Bayern tidak bakal menjual Kimmich.

Kimmich bermain regular ketika Bayern masih dipimpin oleh Pep Guardiola di musim kemarin. Pada musim pertamanya bersama Bayern tersebut, Kimmich bermain meyakinkan dan dimainkan menjadi starter sampai 25 kali di semua ajang dari jumlah 36 performa.

Namun Kimmich tidak banyak raih peluang tampil usai Bayern dipimpin oleh Carlo Ancelotti. Pada musim ini, pemain yang dapat diturunkan menjadi pemain gelandang ataupun pemain bek tersebut baru bermain 15 kali menjadi starter lewat jumlah 30 performa.

Kimmich tidak menjadi starter pada 5 pertandingan terakhir Bayern. Ia pun tak diturunkan sekalipun ketika Bayern menangkan laga dengan skor 3-0 saat berhadapan dengan Eintracht Frankfurt di akhir pekan kemarin. Kecilnya peluang tampil yang diraih bikin Kimmich merasa tidak puas.

Spekulasi tentang karier dari Kimmich pun mulai berlangsung. Berita yang terdengar mengatakan Manchester City, yang sekarang dipimpin Guardiola, tertarik untuk merndatangkan Kimmich.

Namun Bayern tekankan kalau mereka tidak akan menjual Kimmich. Pemain yang berumur 22 tahun tersebut telah dipersiapkan untuk gantikan Lahm yang gantung sepatu pada akhir musim ini.

“Kami miliki rancangan besar untuk dirinya pada masa depan. Ia bakal menjadi, nyaris pasti, penerus Philipp Lahm,” ucap Chairman Bayern, Karl-Heinz Rummenigge.

“Mulai pada musim berikutnya, ia bakal raih peluang tampil yang lebih sering. Paling tidak, hal tersebutlah rancangan dari Carlo Ancelotti,” kata dia. Datangi bookieweb untuk menjelahi lebih banyak lagi berita bola terbaru yang update tiap hari

Tundukkan MU, Chelsea ke Babak Semifinal

Chelsea sukses melangkah ke babak semifinal Piala FA. The Blues tundukkan Manchester United dengan skor 1-0 lewat angka yang satu-satunya dicetak N’Golo Kante.

Ketika melangsungkan laga pada hari Selasa (14/3/2017) dini hari WIB, di Stamford Bridge, Chelsea dapat bermain unggul. Penguasaan bola mereka sampai dengan 73 persen.

Ada 20 percobaan dilakukan oleh tim yang berasal dari London barat tersebut. Sedangkan, The Red Devils hanya 4 kali lesatkan percobaan, yang hanya ada 1 di antaranya yang mengarah ke gawang.

Chelsea raih kesempatan pertama pada menit 16. Eden Hazard yang lesatkan ancaman. Ia menusuk dari sisi kanan area penalti, sebelum melesatkan sepakan yang masih dapat ditahan oleh penjaga gawang MU yaitu David De Gea.

De Gea berhasil amankan gawang kembali semenit kemudian. Kali ini gentian kesempatan yang diraih oleh Gary Cahill yang ditahan.

Chelsea selalu lancarkan tekanan pada menit 23. Masih belum dapat menemukan jalan keluar, sepakan Nemanja Matic masih melebar.

Sial bagi ‘Setan Merah’ pada menit 35. Ander Herrera raih kartu kuning kedua usai jatuhkan Hazard dalam sebuah perebutan bola.
Chelsea semakin unggul dengan lewat unggul jumlah pemain. Sepakan Victor Moses dari sisi kanan area penalti masih melebar. Pada babak pertama tidak ada angka yang tercetak, skor tak berubah 0-0.

Pada babak kedua, Kante jadi penentu atas hasil positif Chelsea 5 menit setelah jeda. Lewat bola sodoran dari Willian, pemain yang berasal dari Prancis tersebut lesatkan bola sepakan jarak jauh yang tak berhasil ditahan oleh De Gea.

Chelsea di menit 63 kembali dapatkan kesempatan. Willian yang lesatkan upaya membobol gawang lawan kali ini, sayangnya bola tersebut masih meleset.

MU yang kurang dalam jumlah pemain dapat membalas tekanan di menit 82. Sepakan jarak jauh Paul Pogba masih menyamping.

Pada saat injury time, De Gea lakukan penyelamatan cemerlang. Ia tahan tendangan keras dari Cesc Fabregas untuk pertahankan gawang MU tidak kemasukan angka untuk lagi.

Sampe laga berakhir skor tidak berubah. Chelsea melangkah ke babak semifinal dengan skor akhir 1-0. Dengan hasil ini, Chelsea pun behasil mengejar 3 tim lain yang lebih awal masuk ke babak semifinal, Arsenal, Manchester City, dan Tottenham Hotspur.

Susunan Pemain:

Chelsea: Courtois, Azpilicueta, Luiz, Cahill, Moses (Zouma 89), Kante, Matic, Alonso, Willian (Fabregas 81), Costa (Batshuayi 94), Hazard

MU: De Gea, Jones, Smalling, Rojo, Valencia, Ander Herrera, Pogba, Darmian, Mkhitaryan (Fellaini 37), Rashford, Young (Lingard 81)

Walau Liverpool Bermain Buruk, Klopp Sebut untuk yang Pertama Kali dan Sedikit Ganjil

Juergen Klopp merasa serba salah mengungkapkan hasil positif yang diraih Liverpool saat berhadapan dengan Burnley. 3 poin

penting, namun penampilan timnya kurang oke.

Liverpool menangkan laga dengan skor 2-1 ketika berhadpan dengan Burnley pada hari Minggu (12/3/2017) malam WIB, di

Anfield. lebih awal tertinggal setelah kemasukan angka oleh Ashley Barnes, Liverpool bangun dan memutar balik keadaan

lewat angka yang diciptakan Georginio Wijnaldum dan Emre Can.

Walau kuasai bola sampai dengan 64,5 persen, Liverpool terbilang kerepotan bikin kesempatan. Hanya 10 upaya yang

dilesatkan dengan 3 di antaranya yang mengarah ke gawang. Sedangkan Burnley lakukan 11 percobaan dan cuma 1 yang tepat ke

sasaran.

Liverpool sering kecurian bola, 11 banding 3 kali dari Burnley. Tuan rumah pun kesulitan sebab tamunya tersebut menangkan

sejumlah duel, 34 kali menang duel di udara dan 25 kali menangkan tekel. Sedangkan Liverpool hanya 24 kali menangkan laga

di udara dan cuma enam kali lewat tekel.

“Penampilannya telah terbilang cukup untuk menangkan pertandingan, namun hasilnya masif bagi kami. Ini merupakan hasil

positif pertama yang kami raih dengan performa buruk,” ujar Klopp.

“Biasanya saat kami tak bermain oke, kami kalah. Saya bilang sebelum pertandingan kalau Burnley merupakan tim yang amat

konsisten dalam soal cara bermain, mereka tampilkan apa yang dapat mereka tampilkan.”

“Mereka berusaha untuk bola-bola kedua, bola-bola panjang, namun Simon Mignolet hadir untuk amankan kami, yang mana amat

krusial,” kata dia.

Klopp akui masih harus ada pembenahan pada timnya. Walau begitu, penampilan buruk tersebut terus sisakan kesenangan sebab

3 poin yang didapat. Untuk Klopp hal ini menjadi pelajaran oke bagi timnya dapat raih hasil positif walau penampilan

tengah buruk.

“Tentu kalau kami perlu lakukan beberapa hal lebih oke lagi. Kami tak ada pada penampilan yang paling oke seutuhnya, namun

kami berusaha,” ucap Klopp.

“Saya suka dengannya, ini merupakan tipe pertandingan yang masih belum pernah kami menangkan hingga saat ini. Memang

terasa agak janggal. Bukan pertandingan yang amat berkesan, namun 3 poin yang amat menyenangkan,” kata pria Jerman ini.

Mental Roma jadi Sorotan

AS Roma membiarkan tempat oke di kandang Lyon sampai akhirnya kalah dengan skor 2-4. Luciano Spalletti mengatakan kalau para pemainnya masih kurang memperlihatkan hasrat.

Roma kalah dengan skor 2-4 ketika melangsungkan laga pada hari Jumat (10/3/2017) dinihari WIB, di Parc Olympique Lyonnais, pada pertandingan pertemuan pertama babak 16 besar Liga Europa. Walau lebih awal kemasukan, Giallorossi akhiri babak pertama dengan keadaan unggul dengan skor 2-1 lewat angka yang diciptakan Mohamed Salah dan Federico Fazio.

Namun selanjutnya pada babak kedua penampilan dari Roma merosot. Mereka kehilangan penguasaan laga dan kewalahan melawan cepatnya para pemain Lyon, sampai kemasukan 3 kali. 2 angka tuan rumah di saat ini diciptakan lewat tendangan dari luar area penalti, sementara satu lainnya dengan penampilan individu.

Spalletti akui kalau Lyon memang mengancam dengan beberapa tusukan dari para pemainnya dan lewat upaya jarak jauhnya. Tetapi yang bikin tidak puas ialah tanggapan dari para pemain dengan keadaan yang menekan mereka.

“Mereka miliki kualitas ini, muda dan pendekatan yang cemerlang. Kami perlu mengambil alih jalannya bola dari mereka, sebab kalau mereka kuasai itu, mereka dapat temukan ruang antar garis atau melesatkan dari jarak jauh,” ujar Spalletti.

“Ini merupakan beberapa karakter kami. Saat semuanya berlangsung oke dan tepat, kami dapat membumbung tinggi. Saat semua tak berjalan mulus, kami tidak ada karakter untuk berusaha kembali dan para pemain kami dengan umum memiliki temperamen yang tenang.”

“Saya ingin kami lakukan lebih dengan kuallitas kami. Sebab jika kami tak bisa memakai kekuatan-kekuatan kami, maka jadi tak mudah untuk tutupi sejumlah kelemahan kami,” katanya.

Spalletti menganggap kalau para pemainnya masih kurang cepat dan terlalu lama ketika lakukan serangan pada Lyon, serta amat sering tak berhasil pertahankan bola pada sentuhan pertama. Hingga akhirnya para pemain malah kelelahan sendiri. Lihat www.shipsreview.net untuk berita bola terkini mengenai As Roma dan beberapa klub elit lainnya.

Bartomeu Sebut Comeback yang Tak Terlupakan

Barcelona wujudkan comeback yang hampir tidak mungkin terjadi dengan menggusur Paris St. Germain. Comeback Barca tersebut disebut tak akan pernah bisa dilupakan.

Blaugrana di pertemuan pertama menelan kepahitan dengan skor 0-4 yang berlangsung di markas PSG. Untuk masuk ke babak perempatfinal, tim Catalan tersebut memikul pekerjaan yang amat berat sebab perlukan hasil positif dengan skor paling tidak 5-0.

Di tambah dengan sebelumnya tak ada satupun tim pada tahap knockout Liga Champions/European Cup yang dapat keluar usai ditundukkan dengan skor yang telak seperti itu pada pertemuan pertama. Namun, rekor tersebut pada akhirnya pecah ketika Barca menangkan laga atas PSG pada pertemuan kedua dengan skor 6-1 pada hari Kamis (9/3/2017) dinihari WIB, di Camp Nou.

Pada perjalanannya, Barca pernah dapat pukulan besar saat Edinson Cavani ciptakan angka balasan untuk PSG yang membuat skor 1-3 pada tengah babak kedua. 8 menit terakhir menjadi penentu atas nasib Barca setelah Neymar ciptakan 2 angka lain, yang berakhir dengan sontekan Sergi Roberto pada akhir-akhir injury time.

Barca juga berhasil lolos. Sejarah juga tercatat. Josep Maria Bartomeu Presiden Barca tak dapat merasa lebih senang lagi.

“Ini merupakan sebuah peraihan bersejarah yang tak akan pernah dapat dilupakan,” kata Bartomeu setelah laga.

“Ini bakal beri kami dorongan yang semakin kuat lagi di Liga Champions.”

Lewat hasil ini, Barca berhasil masuk ke babak 8 besar untuk 10 kali secara beruntun. Messi dan para rekannya. menyusul musuh abadi mereka yaitu Real Madrid, Bayern Munich, dan Borussia Dortmund yang lebih awal melangkah.

Zidane Anggap di Babak Kedua Madrid Bermain Lebih Oke

Sang pelatih Real Madrid yaitu Zinedine Zidane akui kalau timnya kerepotan di babak pertama pertandingan menghadapi Napoli. Usai jeda ia menganggap penampilan dari Los Blancos lebih oke.

Bermodal hasil positif dengan skor 3-1 yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Madrid bertamu ke San Paolo di pertandingan pertemuan kedua babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung pada hari Rabu (8/3/2017) dinihari WIB. Napoli yang perlukan hasil positif lekas bermain menekan dan pada akhirnya buka keunggulan lewat angka yang diciptakan Dries Mertens. Pihak tuan rumah juga semakin antusias untuk ciptakan angka kedua.

Tetapi, 6 menit usai start babak kedua, Madrid dapat samakan kedudukan lewat tandukan Sergio Ramos. Angka bunuh diri Mertens, yang juga dari tandukan Ramos, mengantarkan Madrid putar kedudukan 2-1.

Alvaro Morata yang turun menjadi pemain pengganti pada akhirnya mengunci hasil positif Madrid dengan skor 3-1 dengan angka yang ia ciptakan di injury time dan pastikan timnya melangkah ke babak perempatfinal dengan agregat 6-2.

“Kami dibikin amat menderita pada babak pertama, khususnya pada beberapa menit awal, saat kami tak lakukan apa yang kami harapkan dan mereka terapkan tekanan amat tinggi,” kata Zidane pada situs resmi Madrid.

“Kami memperbaik bermacam hal usai jeda dan bermain jauh lebih oke. Kami selesaikan lebih banyak waktu pada area mereka dan lancarkan tekanan lebih tinggi,” ucap dia.

“Kami dapat bermain lebih oke dibanding yang kami perbuat pada babak pertama dan kami perlu lakukan itu. Hadir ke tempat ini dan ditekan seperti itu, kami tahu bisa saja bakal kerepotan. Laga dimainkan sepanjang 90 menit dan kami bermain amat oke pada babak kedua. Kami tidak dapat merasa senang dengan penampilan pada babak pertama, namun perlu merasa senang dengan penampilan di babak kedua, di mana kami raih 3 angka,” imbuh Zidane.

Ancelotti Tak Ingin Kolaps

Sang pelatih Bayern Munich yaitu Carlo Ancelotti janji bakal memainkan timnya yang terbaik saat berhadapan dengan Arsenal. Ancelotti tidak ingin kolaps seperti yang sempat ia rasakan sebelumnya.

Bayern ke kandang Arsenal dengan modal besar lewat hasil positif dengan skor 5-1 pada leg pertama. Untuk masuk ke babak perempatfinal, Die Roten cuma harus mendapat hasil laga paling tidak seri ketika melangsungkan laga pada hari Rabu (8/3/2017) dinihari WIB, di Stadion Emirates.

Biarpun ditemukan dengan pekerjaan yang tak sulit dibandingkan tim lawan, Ancelotti tak tertarik untuk mainkan tim pelapis. Ditambah Ancelotti sempat rasakan rasanya tergusur sebab lawan sukses bangkit kembali.

Pada tahun 2004, AC Milan yang waktu itu dipimpin oleh Ancelotti sia-siakan keunggulan dengan skor 4-1 di leg pertama babak perempatfinal Liga Champions sampai digusur oleh Deportivo La Coruna setelah kalah dengan skor 0-4 di leg kedua. Satu musim selanjutnya, Milan terpaksa relakan titel juara setelah kalah melawan Liverpool dengan adu penalti di babak final, sementara pernah unggul dengan skor 3-0 hingga halftime.

“Saya berharap lupa akan hal tersebut namun tak bisa,” ucap Ancelotti.

“Hal tersebut merupakan keindahan sepakbola sebeb lewat sepakbola Anda tak bakal bisa tahu dan saya anggap pengalaman tersebut baik untuk saya supaya tak terkana masalah seperti itu.”

“Ini dapat jadi sebuah masa yang oke untuk menunjukkan kalau kami berkonsentrasi sejak awal dan kami ingin raih hasil positif. Kami tak pikirkan keuntungan yang kami miliki, hal tersebut memang penting namun yang terpenting ialah tampil oke dalam 90 menit.”

“Kami berharap tampilkan laga yang oke pada tingkat yang terbaik dari kami, terhindar dari persoalan dan memakai gaya kami bermain, identitas kami, kualitas kami untuk berusaha raih hasil positif,” kata Ancelotti.

Guardiola Sebut City Tak Ingat Cara Menyerang 35 Menit Terakhir

Pep Guardiola tidak seutuhnya merasa puas dengan hasil positif dengan skor 2-0 yang diraih Manchester City saat berhadapan dengan Sunderland. Sang manajer menilai City tak ingat untuk lakukan serang usai unggul 2 angka.

City hadapi perlawanan dari Sunderland dengan 2 angka tanpa dapat di balas lewat pertandingan yang berlangsung pada hari Minggu (5/2/2017) di Stadium of Light. Sergio Aguero awali keunggulan City di menit 42 sebelum Leroy Sane gandakan di menit 59.

Usai laga berakhir, Guardiola menunjukkan rasa tidak puasannya dengan merekrut sejumlah pemain. Ia nampak berbicara dengan John Stones, David Silva, dan Willy Caballero dan berikan beberapa arahan.

Pada wawancaranya, Guardiola terapkan dengan detail apa yang kurang dari City pada hasil positif yang diraih saat berhadapan dengan Sunderland.

“Kami salah pahami 35 menit terakhir usai unggul dengan skor 2-0 dan pegang kendali jalannya laga. Kami tak ingat untuk melakukan serangan dan hal tersebut dapat menjadi amat berbahaya kalau mereka ciptakan sebuah angka,” ucap Guardiola.

“Anda perlu lakukan hal tersebut dalam 10 sampai 15 menit terakhir, beristirahat dengan bola. Tetapi, kami lakukan itu dalam waktu yang semakin lama.

“Namun, penampilan kami amat oke dan tidak mudah tampil tiap sejumlah hari. Tentu saja ini merupakan sebuah hasil positif yang oke untuk kami dan kami bakal selalu berusaha.

“Kami lakukan hal tersebut dengan baik di Bournemouth dalam 10 atau 15 menit terakhir, namun tak pada 35 menit. Hal ini tidak masalah sebab ke depannya tidak akan kembali terjadi.

“Saya menyaksikan banyak hal oke. Selamat untuk penampilan tim dan tentu saja 3 poin,” ujar Guardiola.

Hasil positif saat melawan Sunderland menaruh City di urutan 3 klasemen sementara Premier League dengan 55 poin dari 26 pertandingan. Mereka ada di bawah Chelsea (63) dan Tottenham Hotspur (56).

Alasan Mancini Keluar dari Inter

Roberto Mancini lepaskan posisinya sebagai pelatih Inter di bulan Agustus 2016. Mancini tidak menyesal atas keputusan yang telah dia ambil tersebut sebab mempunyai alasan yang kuat.

Mancini keluar cuma selang 2 pekan jelang Serie A musim 2016/2017 berlangsung. Sedangkan dengan Mancini, Inter pernah memperlihatkan langkah yang impresif pada musim sebelumnya. Cuma dalam langkahnya, Nerazzurri bahkan merosot dan akhiri musim dengan berada di posisi keempat.

Waktu tersebut dikatakan Mancini keluar sebab adanya perbedaan tujuan pada proyek tim usai Inter kehadiran investor baru, Suning Group.

Tempat Mancini lalu digantikan oleh Frank de Boer. Namun ia pun tidak lama di sana. Tempat De Boer ditempati Stefano Pioli mulai tanggal 8 November.

Mancini blak-blakan tentang alasan dirinya keluar dari klub tersebut pada saat wawancara. Ia mengatakan memang ada rasa tidak kompak saat lakukan penyusunan tim bersama pemilik klub yang baru.

“Apapun, jadi sebuah pengalaman oke bersama Inter. Saya berusaha bersama klub sepanjang 1,5 tahun, kami menciptakan sebuah tim yang oke dan kami menjatuhkannya sebab lewat sisi yang saya lihat, kami tidak berada di bagian bawah keadaan yang oke untuk lakukan kerja sama,” ucap Mancini.

“Saat kalian ada pada saat transisi, ketika pemilik klub berubah dan tiap orang dari benua yang tak sama hadir dan mereka tidak paham dengan sepakbola Italia jadi tidak mudah untuk berusaha dan tidak mudah untuk bikin mereka paham kalau Inter cuma harus sedikit tekanan supaya dapat melompat ke urutan atas.

“Usai sejumlah waktu berlalu, kami sadar bahwa perpisahan merupakan langkah yang paling baik. Dapat jadi hal tersebut adalah langkah yang paling baik untuk semuanya,” kita dia.

Atletico Lawan Deportivo Imbang 1-1

1 poin diraih Atletico Madrid dari laga tandangnya di Deportivo La Coruna. lebih awal tertinggal, Atletico kemudian ciptakan angka balasan untuk akhiri pertandingan dengan skor imbang 1-1.

Di laga yang berlangsung pada hari Jumat (3/3/2017) dinihari WIB, di Stadion Riazor, Atletico lebih banyak kuasai bola dengan perbedaan 56 persen banding 44 persen. Tim yang di besut oleh Diego Simeone tersebut tercatat lakukan 10 upaya dengan 4 di antaranya yang tepat ke sasaran, sementara Deportivo bikin 13 upaya dengan 2 di antaranya yang tepat ke sasaran.

Tim tuan rumah awali skor laga pada menit 13 lewat Florin Andone, yang berawal kesalahan pemain lawan. Baru pada babak kedua Atletico dapat ciptakan angka balasan lewat Antoine Griezmann.

Pada menit 13 Deportivo mendapat keberuntungan, Florin Andone membobol gawang Atletico untuk antarkan Deportivo unggul lebih awal dengan skor 1-0.

Angka tersebut dikarenakan penjaga gawang Jan Oblak lakukan kesalahan fatal. Sepakan gawangnya malah tepat mengarah ke jalan Andone sampai bikin keadaan 1 lawan 1 sebelum lesatkan sepakan datar ke sudut bawah gawang.

Atletico pada akhirnya bikin angka balasan lewat Griezmann pada menit 68. Lewat luar area penalti, Griezmann lakukan kerjasama bersama Yannick Carrasco yang diselesaikan lewat sepakan kaki kanan melengkung tanpa dapat diblok oleh Lux. Skor sekarang menjadi imbang 1-1.

Kedua tim pun tetap menargetkan hasil positif pada sisa waktu. Namun tak ada angka lain yang tercipta sampai skor imbang 1-1 tak berubah hingga pertandingan berakhir.

Hasil ini tak merubah tempat Atletico di klasemen. Los Rojiblancos masih berada di urutan keempat dengan bukukan 46 poin lewat 25 laga, berselisih 11 poin dengan Barcelona yang menempati posisi paling atas dan unggul satu poin dengan Real Sociedad yang berada di bawahnya.

Sedangkan Deportivo menempati posisi ke 17 klasemen dengan mengumpulkan 20 poin, ungguli Granada dengan selisih 1 poin yang ada di zona merah dan masih mempunyai 1 sisa laga lagi.