Gelandang Palace Catatkan Sejarah Saat Melawan MU

Mile Jedinak

Pertandingan final Piala FA menghadapi Manchester United, Sabtu 21 Mei 2016, dapat menjadi momentum untuk gelandang Crystal Palace, Mile Jedinak, agar dapat menorehkan sejarah. Ditambah lagi, bila pesepakbola berusia 31 tahun ini dapat membantu Palace meraih gelar juara di Wembley.

Jedinak diketahui sebagai pemain kelahiran Australia kelima yang bermain di final Piala FA. Tak hanya itu saja, terdapat rekor menarik yang dapat dicatatkan Jedinak di Wembley kelak.

Seperti kabar yang berhembus, Jedinak bakal menjadi pemain Australia pertama yang menjadi kapten di final Piala FA. Dengan begitu, Jedinak bakal mengangkat trofi bila Palace berhasil mengakhiri laga sebagai juara.

Jedinak sangat dekat dengan sejarah. Sebelum ini, dia menjadi kapten ketika Australia meraih gelar juara Piala Asia yang pertama kalinya, pada 2015.

Kevin Muscat sejujurnya hampir ditunjuk untuk menjadi kapten Australia pertama yang bermain di final Piala FA, ketika bergabung dengan Millwall. Akan tetapi, dia menderita cedera ligamen dan tak jadi bermain menghadapi MU, pada tahun 2004.

MU amat difavoritkan untuk meriah gelar juara Piala FA. Apalagi, menilik dua pertandingan di musim ini, The Gunners begitu dominan atas Palace.

Tim asuhan Louis van Gaal ini berhasil tampil imbang atas Palace 0-0 di Selhurst Park, Oktober 2015 lalu. Usai itu, MU mengalahkan The Eagles 2-0 di Old Trafford, April 2016 lalu. Walau begitu, bukan tak mungkin Palace dapat membuat kejutan.

Turan Dibuang Barca, Arsenal Tertawa

Arda Turan

Barcelona dikatakan tidak puas dengan Arda Turan, yang dinilai tak memenuhi perkiraan usai didatangkan pada awal musim ini. Mereka sekarang menanti penawaran dari tim mana pun, untuk gelandang kelahiran Turki yang cuma sembilan kali diturunkan di La Liga musim ini.

Menurut sumber, Turan tak berhasil mengulang penampilannya di Atletico Madrid, yang mengakibatkan Barca rela mengeluarkan biaya 34 juta euro, ditambah 7 euro tambahan tergantung penampilannya. Barca dipercaya sulit untuk mencari pembeli dari Eropa.

Sejumlah tim yang tadinya berminat, layaknya Arsenal dan Manchester United, diyakini sudah tak berminat lagi pada gelandang berumur 29 tahun itu. Barcelona cuma bisa berharap pada tim-tim dari Timur Tengah, China dan Turki.

Tim Catalan itu juga tak bakal mendapatkan dana, senilai dana transfer yang mereka gelontorkan setahun lalu. Dikeluarkannya Turan dari Camp Nou, mungkin akan mengakibatkan para penggawa Arsenal tertawa, mengarah pada pernyataan Turan beberapa bulan lalu.

Dia menggambarkan Arsenal layaknya tim pemain buangan. Dia menilai, cuma pemain terbaik yang dapat berhasil di Camp Nou, sementara mereka yang biasa saja akan berujung di Emirates Stadium, sebab tampil baik saja cukup bagi Arsenal, namun tidak untuk Barcelona.

“Sebenarnya saya sering berpikir, bila saya tampil amat baik, saya bakal berujung dengan bergabung di Barca, sebab gaya bermain saya sesuai bagi tim ini,” kata Turan.

Dia mengaku bahwa dirinya memiliki kualitas tinggi, sehingga sering merasa yakin berhasil di Barcelona.

Pemilik Baru Aston Villa Telah Sediakan Biaya Transfer Besar

Aston Villa

Dr Tony Xia, presiden baru Aston Villa kelahiran China, menjanjikan biaya transfer besar dalam membeli pemain pada musim panas. Dirinya juga telah menargetkan klubnya promosi ke Premier League di tahun pertama kepemimpinannya.

Xia membeli Aston Villa dalam masa yang “tidak tepat”. Klub yang dijuluki The Villans itu belum lama ini terdegradasi ke Divisi Championship akibat finis pada posisi paling bawah di Premier League.

Namun, Xia yang membeli klub dari Randy Lerner sebesar 60 juta poundsterling (sekitar Rp 1,18 triliun) pada awal minggu ini, menganggap kegagalan musim ini dapat dibalas dengan kemenangan pada akhir musim depan.

“Kami bakal mempunyai biaya belanja sampai 50 juta poundsterling (sekitar Rp 988 miliar),” kata Xia.

“Jumlah biaya transfer itu sangat bergantung kepada manajer yang bakal mengurus klub ini,” kata pemilik perusahaan konglomerasi Recon Group yang memiliki sekitar 35.000 karyawan di 75 negara itu.

Nama Roberto Di Matteo mencuat sebagai calon pelatih baru Aston Villa. Akan tetapi, pilihan Xia tak hanya Di Matteo yang berhasil membawa Chelsea menjadi juara Liga Champions pada 2011-2012.

“Di Matteo adalah salah satu calon. Dia bermain oke ketika menjadi manajer tim di Divisi Championship dan Premier League,” lanjut Xia.

“Akan tetapi, kami juga mempunyai calon lain. Saya rasa, keputusan mengenai pelatih baru ini bakal diumumkan dalam dua minggu ke depan,” tuturnya lagi.

Di Matteo memang pernah berhasil membawa West Bromwich Albion pada 2009-2010 promosi ke Premier League. Kesuksesan membawa tim kembali ke Premier League bakal dijadikan target pelatih The Villans pertama pada masa Xia.

“Menurut saya, tim ini memiliki kemampuan untuk kembali promosi. Aston Villa memiliki akademi sepak bola dan komunitas pendukung yang oke,” ucap Xia.

“Bila dapat memilih tim yang tepat, saya ingin klub ini tahun depan bakal dapat memenuhi targetnya,” kata dia.

Aston Villa adalah salah satu tim yang telah di degradasi dari Premier League musim 2015-2016. Dua tim lainnya yaitu Newcastle United dan Norwich City.

Pogba Belum Pantas Dapatkan Ballon d’Or

Paul Pogba

FIFA Ballon d’Or adalah penghargaan yang dipersembahkan terhadap pesepakbola terbaik dunia dalam tiap tahunnya. Akan tetapi, diakui Paul Pogba bahwa dirinya belum siap memenangkan penghargaan tersebut.

Pogba kini mendapat pengakuan menjadi salah satu pesepakbbola muda berbakat di dunia. Gelandang muda Juventus itu dikabarkan bakal dapat menjadi pesepakbola terbaik dunia di masa depan.

Menurut Pogba, dirinya telah mulai perkembangan. Akan tetapi, diakuinya bahwa dirinya belum bisa dinilai sebagai salah satu pesepakbola terbaik di dunia.

“Saya telah mulai berkembang dengan amat baik pada musim ini. Hengkangnya Andrea Pirlo dan Carlos Tevez sudah membuat saya mempunyai tanggung jawab lebih besar,” kata Pogba.

Sekarang ini, Pogba bersama Juventus sedang mempersiapkan diri berhadapan dengan final Coppa Italia pada Sabtu (21/5/2016). Mereka bakal dipertemukan dengan AC Milan.

“Pada tiap final mesti selalu dimenangkan. Itulah yang mesti kami perbuat,” kata pesepakbola kelahiran Perancis itu.

“Kami mau menorehkan sejarah dengan kesuksesan mendapatkan titel domestik ganda dalam dua musim secara beruntun,” kata pemain kelahiran 15 Maret 1993 itu.

Musim lalu, Juventus juga berhasil mendapatkan titel juara Serie A dengan Coppa Italia. Pogba ingin tahun ini timnya dapat mengulang prestasi yang sama.

“Tahap selanjutnya yaitu meraih kemenangan di Liga Champions. Secara pribadi, saya masih harus belajar sebelum dapat menargetkan mendapatkan Ballon d’Or,” tuturnya.

Dalam FIFA Ballon d’Or 2015 lalu, Pogba masuk ke dalam daftar 11 Pemain Terbaik Dunia 2015. Akan tetapi, dia gagal menembus urutan tiga besar Pemain Terbaik Dunia yang telah ada Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Neymar.

Lukaku Hengkang Sebelum Piala Dunia

Romelu Lukaku

Bomber Everton, Romelu Lukaku, ada peluang besar bakal pergi dari Goodison Park, paling lama dalam tiga minggu ke depan. Pernyataan itu disampaikan oleh sang ayah, Roger Lukaku.

Kemungkinan perginya Lukaku dari Merseyside Biru dikarenakan karena tidak puas atas apa yang didapatkan klub musim ini. Yang mana, mereka cuma berhasil finis di urutan ke-11 dengan 47 angka.

Ditambahkan Roger bahwa Everton bersedia melepas Lukaku dengan harga sekitar 65 juta poundsterling, atau senilai Rp1,2 triliun. Dia mengatakan proses transfer bakal segera selesai, sebelum berjalannya Piala Eropa 2016 pada Juni nanti.

“Everton menjual sekitar 65 juta poundsterling untuk Romelu. Saya kira proses transfer bakal selesai sebelum Piala Eropa. Romelu langsung menentukan masa depannya, dan saya ingin Mino Raiola -agen Lukaku- merupakan orang yang jujur,” ucap Roger.

Klub-klub yang dihubungkan dengan Lukaku di bursa transfer musim panas mendatang ialah Manchester United, Chelsea, Paris Saint Germain, dan Juventus. Akan tetapi, Italia tidak terhitung didalam daftar Lukaku untuk menjadi tempat bermain selanjutnya.

Roger menilai, karakter sepakbola Italia dianggap tak pas bagi Lukaku, sebab sifatnya yang bertahan dan menahan pemain dalam daerah pertahanan sendiri. “Dia tak bakal pergi ke Italia sebab mereka memiliki sepakbola yang tertutup. Cukup sulit untuk seorang penyerang,” katanya.

“Pastinya, demi kemajuannya, Romelu mesti ‘mengubah’ klub. Saya merasa bahwa terdapat ketertarikan dari Atletico Madrid, Bayern Munich, Juventus, Chelsea, dan Manchester United. Mereka bersedia Saya mengetahui agennya lebih menyukai Italia, namun di mata saya, Rom mempunyai kesempatan untuk membela Bayern atau Manchester United,” tuturnya.

Cech Raih Sarung Tangan Emas Keempatnya

Petr Cech

Penjaga gawang Arsenal yakni Petr Cech, berhasil mendapatkan penghargaan Golden Glove atau Sarung Tangan Emas dari prestasinya menorehkan statistik tak kebobolan atau clean sheet tertinggi di Premier League musim ini.

Cech berkesempatan mendapatkan penghargaan itu usai berhasil menjaga gawang Arsenal clean sheet selama 16 laga. Jumlah pertandingan tak kebobolan dia lebih baik daripada penjaga gawang yakni David De Gea.

Bagi Cech penghargaan untuk yang sekarang adalah yang keempat kalinya. Tiga penghargaan sebelum ini dia peroleh ketika masih memperkuat Chelsea pada 2004-2005, 2009-2010, dan 2013-2014.

Di acara penghargaan 2013-2014, Cech berbagi titel dengan penjaga gawang Arsenal ketika itu yaitu Wojciech Szczesny.

De Gea pada dasarnya memiliki peluang untuk berbagi titel dengan Cech. Akan tetapi, di pertandingan terakhir Manchester United pada Selasa (17/5/2016) atau Rabu dini hari WIB, gawangnya kebobolan gol dari Bournemouth.

Manchester United meraih kemenangan dengan skor 3-1. Gol ke gawang De Gea dapat dibilang menyesakkan sebab terbentuk pada menit ketiga injury time babak kedua dan merupakan gol bunuh diri bek Chris Smalling.

De Gea pun tak berhasil menjadi penjaga gawang kedua Manchester United yang pantas atas penghargaan Sarung Tangan Emas usai Edwin van der Sar.

Mulai diperkenalkan pada 2004-2005, Joe Hart menjadi penjaga gawang yang paling sering meraih penghargaan itu yakni empat kali, sebanding dengan Cech. Akan tetapi, Hart melakukannya bersama dengan klub yang serupa, Manchester City.

Can Yakin Bisa Raih Trofi Pertama Bersama Liverpool

Emre CanEmre Can berniat memenangkan trofi pertamanya bersama Liverpool di ajang final Liga Europa melawan Sevilla. Dia juga tahu Sevilla bakal memeras performa timnya.

Can berkesempatan mendapatkan trofi bersamanya dengan Liverpool ketika berhadapan dengan Sevilla di St. Jakob Park, Kamis (19/5/2016) dinihari WIB. Usai tunduk pada final terakhir dari Manchester City di kompetisi Piala Liga Inggris, gelandang 22 tahun itu berniat tak bakal melepaskan titel juara kali ini.

“Saya merasa semua orang berlatih keras dalam laga seperti ini. Saya belum pernah memenangkan sebuah final dengan Liverpool hingga saat ini, dan saya ingin memenangkannya dan mendapatkan trofi pertama saya dengan Liverpool,” kata Can di situs resmi klub.

“Saya bakal melakukan yang terbaik, tim saya bakal mempersembahkan yang terbaik, lalu kami akan memenangkan laganya, dan semoga kami bisa melakukannya.”

“Mungkin ini merupakan pertandingan terpenting dalam karier saya, sebab saya baru tampil di satu final kontra Manchester City. Maka ini merupakan laga terbesar bagi saya,” imbuh pemain internasional Jerman itu.

Bagaimanapun, Can tahu benar rival memiliki pengalaman besar di Liga Europa usai menjadi juara dua edisi terakhir. Di pihak lain dia percaya timnya sangat memiliki kualitas untuk menghadapi Los Rojiblancos.

Kesuksesan mengahalkan Villarreal di semifinal paling tidak dapat dijadikan bekal. Ditambah lagi mengingat Villarreal musim ini finis lebih baik dari Sevilla yakni posisi empat berbanding tujuh di Liga Spanyol.

“Sevilla mengetahui bagaimana tampil di Liga Europa. Mereka telah memenangkan dua gelar Liga Europa yang terakhir. Maka ini bakal menjadi sebuah pertandingan yang sangat berat. Namun bila kami memperlihatkan yang kami bisa lakukan sebagai sebuah tim, maka kami dapat memenangkan finalnya,” tandas Can.

Suarez Lebih Fokus Juara Liga Ketimbang Sepatu Emas

Luis SuarezLuis Suarez pernah memperoleh piala Sepatu Emas tetapi tidak berhasil menjadi juara bersama Liverpool. Suarez pun tidak mau hal itu terjadi lagi bersama Barcelona musim ini.

Pada musim terakhirnya berjersey Liverpool yaitu 2013/2014, Suarez bermain cemerlang dengan catatan 31 gol yang mengakibatkan dirinya mendapatkan Golden Shoe (Sepatu Emas) sebagai pertanda pemain tertajam di Eropa. Dirinya berbagi dengan Cristiano Ronaldo.

Namun sayang, perolehan pribadi itu tidak diikuti dengan kesuksesan Liverpool menjadi juara liga, hal ini dikarenakan mereka tercecer di pekan-pekan terakhir dan dilewati oleh Manchester City.

Dua tahun kemudian, keadaan yang serupa kembali dialami Suarez. Sekarang ini pesepakbola Uruguay itu unggul di daftar topskorer La Liga dengan 37 gol, memimpin empat gol dari Ronaldo.

Kesempatan besar pastinya untuk Suarez kembali menjadi El Pichichi dan meraih sepatu emas. Namun, Suarez lebih konsentrasi membawa Barcelona menjadi juara liga di minggu terakhir.

Yang mesti dilakukan oleh Barca yaitu menang atas Granada di pertandingan terakhir, dan perolahan apapun yang didapatkan Real Madrid tidak bakal mempengaruhi apapun lagi.

“Saya bahagia dapat membantu tim, namun memenangkan El Pichichi dan Sepatu Emas tidak akan ada artinya bila kami tak berhasil juara liga,” kata Suarez.

“Saya meraih Sepatu Emas di Liverpool namun kami tak berhasil menjadi juara liga,” sambungnya.

“Saya amat bangga dengan apa yang telah saya perbuat, namun kredit layak diberikan ke semua tim,” tutupnya.

Daftar Skuat Prancis Di Piala Eropa, Kante Dan Payet Ikut Serta

N'Golo KanteManajer Timnas Prancis Didier Deschamps telah mengumumkan tim final untuk kompetisi Piala Eropa nanti. Sejumlah nama top berada di dalam tim Les Bleus salah satunya gelandang andalannya Paul Pogba.

Deschamps menyatakan 23 nama yang bakal bermain di turnamen itu, Jumat (13/5/2016) dinihari WIB ini. Tidak begitu banyak kejutan di dalam tim itu.

Nama Karim Benzema dan Mathieu Valbuena tidak berada didalamnya sebab telah dicoret sejak awal akibat masih tersangkut kasus pemerasan mengenai video seks.

Sejumlah nama top seperti Pogba, Olivier Giroud, Antoine Griezmann, Hugo Lloris, Patrice Evra, Laurent Koscielny, Yohan Cabaye, Blaise Matuidi, dan Lass Diarra berada dalam daftar itu.

N’Golo Kante dan Dimitri Payet yang bermain gemilang di Premier League musim ini peroleh kesempatan tampil di turnamen internasional pertamanya. Kante berjasa besar membawa Leicester City juara liga, sedangkan Payet langsung dijadikan andalan West Ham United.

Di lini serang, Andre Pierre Gignac yang tampil di Liga Meksiko bersama Tigres diikutsertakan, menyingkirkan Hatem Ben Arfa (Nice) dan Alexandre Lacazette (Lyon) yang bermain bagus di Liga Prancis.

Anthony Martial berkat permainan cemerlangnya di musim pertama memakai jersey Manchester United juga diikutsertakan. Akan tetapi, teman setimnya Morgan Schneiderlin cuma berada dalam daftar tunggu. Begitu juga dengan Kingsley Coman yang dalam era positif musim ini bersama Bayern Munich.

Prancis tergabung di Grup A bersama Albania, Swiss, dan Rumania. Sebagai tuan rumah, mereka bakal berhadapan dengan Rumani di pertandingan pembuka 10 Juni nanti.

Kiper: Hugo Lloris (Tottenham), Steve Mandanda (Marseille), Benoit Costil (Rennes)

Bek: Lucas Digne (Roma), Patrice Evra (Juventus), Christophe Jallet (Lyon), Laurent Koscielny (Arsenal), Eliaquim Mangala, Bacary Sagna (Manchester City), Jeremy Mathieu (Barcelona), Raphael Varane (Real Madrid)

Gelandang: Yohan Cabaye (Crystal Palace), Lass Diarra (Marseille), N’Golo Kante (Leicester), Blaise Matuidi (PSG), Paul Pogba (Juventus), Moussa Sissoko (Newcastle)

Penyerang: Kingsley Coman (Bayern Munich), Andre-Pierre Gignac (Tigres), Olivier Giroud (Arsenal), Antoine Griezmann (Atletico Madrid), Anthony Martial (Manchester United) Dimitri Payet (West Ham)

Daftar tunggu: Alphonse Areola (Villarreal), Hatem Ben Arfa (Nice), Kevin Gameiro (Sevilla), Alexandre Lacazette (Lyon), Adrien Rabiot (PSG), Morgan Schneiderlin (Manchester United), Djibril Sidibe (Lille), Samuel Umtiti (Lyon)

Pilihan Guendogan : Pergi Atau Perpanjang Kontrak Durasi Lama

Ilkay GundoganBorussia Dortmund memberikan dua pilihan untuk Ilkay Guendogan, yakni hengkang di musim panas atau memperpanjang kontraknya di klub, namun dengan jangka waktu yang lama.

Dortmund telah pasti akan kehilangan kaptennya, Mats Hummels, di musim depan usai memilih bergabung Bayern Munich. Sekarang, Die Borussen tidak mau kehilangan pemain-pemain bintangnya lebih lanjut sebab mereka bakal kembali ke Liga Champions.

Masa depan Guendogan akhir-akhir ini santer dipertanyakan disusul dengan pertemuan agen si pemain dengan direktur Manchester City. Menurut sejumlah sumber, kesepakatan Guendogan ke City bakal selesai pada akhir musim ini.

Namun situasinya sekarang rumit. Gelandang Jerman itu menderita cedera lutut parah yang memastikan dia mengakhir musim 2015-16 lebih cepat serta absen di Piala Eropa 2016. Hingga saat ini pun belum dapat dipastikan kapan Guendogan bisa merumput lagi.

Di musim panas lalu, Guendogan cuma melakukan perpanjangan masa kontraknya selama semusim yang berakhir pada 2017. Seandainya Guendogan memilih bertahan, maka Dortmund tidak akan memberikan kontrak durasi pendek lagi.

“Saya telah membicarakan ini dengan dia. Dia amat terpukul usai mengalami cedera serius lainnya. Dia tahu bahwa kami bakal ada untuk dia,” kata CEO Dortmund Hans-Joachim Watzke.

“Kami memberikan dua pilihan, yang telah kami bicarakan dengan Ilkay untuk sementara ini,” sambung dia.

“Pilihan yang kami berikan adalah antara dia pergi atau dia tetap tinggal dan melakukan perpanjangan kontraknya, namun kontrak itu harus berdurasi panjang.”